Kamis, 20 Februari 2014

Andi (27), Perakit Alat Penetas Burung Puyuh, Hanya Tamat SD, Dapat Ilmu Dari Internet


Pendidikan formal tak menjamin seseorang menjadi sukses. Seperti yang dilakoni Andi (27), warga Kelurahan Ujan Mas Atas Kecamatan Ujan Mas. Pemuda yang baru berencana mengambil ijazah paket C tahun ini, mampu menciptakan alat penetas burung puyuh ciptaan sendiri. Berikut Laporannya

Radar Kepahiang, UJAN MAS 

SATU unit alat penetas burung puyuh yang baru saja tuntas dikerjakan, terpajang rapi di muka rumah Andi. Ya,
saat disambangi RK di kediamanya, Rabu (19/2) Andi mengaku untuk menuntaskan satu unit alat penetas burung puyuh dia membutuhkan waktu setidaknya 1 minggu. Lalu, darimana pula seorang jebolan SD mendapatkan ide membuat alat penetas? Dia menuturkan, semua bermula dari internet yang pertama kali dikenal melalui seorang rekannya. "Saat saya bekerja dan merantau di Jambi, saya memiliki seorang teman yang pertama kali mengenalkan internet. Sejak saat itu, saya mulai sedikit tahu internet dan betapa banyak yang bisa dilakukan di sana," ungkap Andi yang pernah bekerja sebagai penyadap karet ini.
Setelah kembali ke desanya, dia mulai tergerak untuk beternak burung puyuh karena menjanjikan. Namun, keinginannya itu terhalangi dengan harga anak puyuh yang melangit. Karena itu pula dia tertantang, merakit mesin tetas sendiri dan langsung mencari informasi melalui internet. "Di internet saya juga bergabung dengan komunitas yang membuat alat tetas puyuh ini. Di sanalah saya banyak belajar dan bertanya dengan yang sudah lebih dahulu bisa," ungkapnya. Dengan berbekal ilmu yang didapat, mulailah Andi merakit mesin tetasnya sendiri.
Namun dalam percobaannya bukan tidak terjadi masalah, tapi permasalahan tersebut dia langsung tanyakan dengan temannya melalui internet. "Alhamdulillah bisa jadi seperti sekarang ini," ungkapnya.
Mesin tetas yang dibuatnya berbentuk persegi dengan bahan dari kayu dan pemanasnya dari lampu pijar, dengan kapasitas 600-1.000 telur tetas. "Untuk pengatur suhu kita gunakan termometer dan inkubator sebagai otomatis pengatur suhu," ungkapnya .
Saat ini mesin tetas hasil ciptaanya, sudah dipesan 3 orang karena  tertarik dengan produk dibuatnya yang bagus, harganya juga sangat terjangkau. Satu unit alat tetas hasil ciptaannya, dihargai Rp 2,5 juta. Dengan rincian, 1 boks penetasan dengan kapasitas 1.000 butir, dan boks peranakan setelah telur menetas. "Untuk keberhasilan mesin penetas ini mencapai 80 persen. Selain itu saya juga sudah berusaha memasarkannya ke toko-toko online di internet," ungkapnya.
Ke depan dia akan mengembangkan peternakan puyuh yang sudah mulai dirintasnya, hingga mencapai kapasitas 6.000 ekor. "Saat ini baru 600 ekor yang berhasil ditetaskan," ungkapnya.  Kemauan belajar dan usaha yang terus menerus, merupakan motivasi yang terbesar dalam dirinya untuk selalu maju. "Saya bermimpi suatu saat Ujan Mas bisa menjadi sentra penghasil puyuh terbesar di Kepahiang," singkatnya. (**)

Besok, Baca Hasil Pengumuman Honorer KII di RK

KEPAHIANG RK - Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pendidikan dan Pelatihan (BKD-PP) Kabupaten Kepahiang, Pery Yandi, S.Sos, MM, akan menjemput dokumen asli pengumuman CPNS jalur honorer Kategori II (KII) ke BKD Provinsi Bengkulu, Kamis (19/02) hari ini.
Penjemputan dokumen asli pengumuman CPNS honorer KII, setelah diterimanya informasi soal dokumen yang telah berada dari BKD Provinsi, Rabu (18/2). "Pengumuman aslinya kelulusan KII sudah ada di BKD Provinsi. Setelah kita terima, kami pastikan akan diumumkan kepada publik," terang Pery.
Disampaikan, hasil pengumuman honorer K2 yang telah diumumkan di internet akan sama dengan pengumuman asli, ditandatangani secara langsung Kementerian PAN dan RB. "Mungkin sama saja, tapi kita tidak bisa berkesimpulan, sebelum mengantungi dokumen aslinya," ujar Pery.
Soal pemberitaan sebelumnya, persisnya dari Sekretaris BKD, Poneto menjelaskan bahwa BKD-PP Kepahiang, merencanakan untuk menolak hasil pengumuman hasil seleksi CPNS K2 di internet. menurut Pery merupakan hal yang wajar lantaran tidak ada kekuatan dari pengumuman tersebut. "Siapa yang berani pastikan jika tidak ada tandatangan dari menpan. Begitu juga dengan kita, tidak berani memastikan hasil itu," jelas Pery. Untuk diketahui, dari situs resmi yang dilansir Kemenpan RB terdapat 46 honorer KII Kabupaten Kepahiang yang dinyatakan lulus. (coy)

Senin, 17 Februari 2014

Bir 33 Jawara Open Turnamen Futsal, HUT RK ke II dan RGU ke I



KEPAHIANG RK - Setelah melewati pertandingan panjang dan melelahkan, tim futsal Bir 33 Kepahiang tampil sebagai juara, Senin (17/2) pukul 19.00 WIB. Di final, tim Bir 33 mengandaskan tim Umro FC dengan skors tipis 2:1. Sedangkan, tim Sancaka FC dari Kota Bengkulu harus puas pada posisi ke III, usai mengalahkan Sancaka FC dengan skor telak 5:2.
Atas kemenangan tersebut, masing-masing pemenang berhak atas uang pembinaan masing-masing juara I
Rp 4 juta + piagam dan trophy,  pemenang II Rp 3 juta + piagam dan trophy, pemenang III Rp 2 juta + piagam dan trophy dan pemenang ke IV mendapatkan uang pembinaan Rp 1 juta.
Wabup Kepahiang Bambang Sugianto, SH, MH yang berkesempatan hadir menutup turnamen menyambut baik terselenggaranya kegiatan. Dia berharap, dengan open turnamen futsal ini dapat menciptakan pemain futsal berprestasi yang bisa mengharumkan nama daerah. "Bagi yang kalah jangan kecewa, ini kemenangan yang tertunda," sampai Bambang.
Ikut hadir dalam penutupan, Wakil Ketua II DPRD Kepahiang Faisol Thoha, S.Tp, Caleg DPRD Kepahiang Ahmad Banbela, SH dan GM Radar Kepahiang Erwin Abendi, SE. Untuk diketahui, open turnamen futsal memperingati HUT RK ke II dan RGU ke I dibuka, Sabtu (15/2) di lapangan indoor RGU futsal Dusun Kepahiang. Terdaftar sebagai peserta, sebanyak 33 tim. (bos)

Protes APBD Disahkan, FKKD Bakal Temui Gubernur

KEPAHIANG RK - Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Kabupaten Kepahiang mengungkapkan kekecewaannya dengan keputusan lembaga DPRD Kepahiang, yang menyetujui RAPBD untuk disahkan menjadi Perda APBD TA 2014, Senin (17/2). Pasalnya, tuntutan mereka berupa kenaikan honor dan memiliki sepeda motor dinas baru tidak terakomodir dalam APBD 2014. Ketua FKKD Kepahiang Syaidina Aksa mengungkapkan, sebelumnya seluruh Kades menggantungkan harapan mereka tentang tuntutan dapat diakomodirkan di TA 2014. Untuk itu pula, FKKD disetiap kecamatan nekad menghadiri rapat paripurna agenda pemandangan akhir fraksi dan pengesahan di gedung DPRD Kepahaing. "Tujuan kami ini, untuk memastikan apakah tuntutan kami itu diusulkan atau tidak. Jika tidak, kami mengharapkan agar DPRD menunda pengesahannya. Tapi nyatanya dari lembaga DPRD telah mengesahkan," sampai Syaidina. Merasa masih ada celah untuk direalisasikannya tuntutan, FKKD Kepahiang berencana langsung menyampaikan keluhan mereka ke gubernur Bengkulu. Harapannya, gubernur dapat membantu mengakomodirkan tuntutan mereka. "RAPBD itu nanti akan diverifikasi lagi ditingkat Provinsi. FKKD sepakat untuk mencoba menemui Gubernur. Di situ nanti, kami akan mempertanyakan langsung soal peluang tuntutan ini," kata Saidina. Ajukan ke Bupati Sementara, anggota DPRD Kepahiang Edwar Samsi S.Ip MM saat diminta keterangannnya mengenai kekecewaan FKKD ini, menerangkan bahwa tuntutan kenaikan honor dari FKKD, harusnya disampaikan langsung kepada bupati. Karena tuntutan tersebut, terlebih dahulu harus merevisi Peraturan Bupati tentang honor perangkat desa. "Kewenangan menaikan honor itu adalah bupati. Untuk kita sendiri, persisnya melalui penyampaian pandangan akhir fraksi telah meminta kepada bupati untuk meninjau kembali soal kenaikan honor perangkat desa, " demikian Edwar. (coy)